Sinergi Indonesia-Timor Leste: Peningkatan Pelayanan Lintas Batas di PLBN Motamasin

MOTAMASIN - Suasana penuh semangat memenuhi ruang serbaguna Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin pada Selasa (10/12) lalu. Puluhan orang dari dua negara, Indonesia dan Timor Leste, berkumpul untuk menghadiri Rapat Koordinasi Pelayanan Lintas Batas Negara. 

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari CIQS PLBN Motamasin, Forkompincam Kobalima Timur, pejabat struktural Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), serta delegasi dari Timor Leste, termasuk Pimpinan CIQS Pos Salele dan Asisten III Bidang Sosial Ekonomi Kabupaten Suai.

Dalam rapat ini, berbagai pihak sepakat untuk memperkuat kerja sama demi meningkatkan pelayanan lintas batas dan menciptakan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di wilayah perbatasan. 

“Tujuan utama rapat ini adalah untuk memperkuat sinergi antara PLBN Motamasin dan Pos Salele dalam memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat di perbatasan,” ujar Kepala PLBN Motamasin, Engelberthus Klau.

Salah satu topik utama yang dibahas dalam rapat ini adalah pengoptimalan Pasar PLBN Motamasin. Pasar ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang tidak hanya mendukung kebutuhan masyarakat sekitar, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian kedua negara. “Kami berharap pasar ini dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” tambah Engelberthus Klau.

Berbagai usulan untuk meningkatkan fungsi pasar mengemuka dalam diskusi. Beberapa di antaranya adalah peningkatan variasi barang dagangan, penetapan harga yang transparan, dan penyediaan fasilitas pendukung yang memadai. Para peserta rapat menekankan pentingnya kerja sama antarinstansi untuk memastikan bahwa pasar ini dapat berfungsi secara optimal.

“Kami sangat mengapresiasi langkah-langkah koordinasi yang telah dilakukan selama ini. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat pelayanan lintas batas sekaligus mendukung perekonomian di wilayah perbatasan,” ujar Asisten III Kabupaten Suai, Timor Leste, dalam kesempatan tersebut.

Perwakilan dari Bea Cukai Pos Salele, yang juga hadir dalam rapat ini, menegaskan pentingnya sinergi antara CIQS (Customs, Immigration, Quarantine, and Security) kedua negara. Menurutnya, koordinasi yang erat akan meningkatkan kualitas pelayanan lintas batas negara dan memastikan kelancaran perlintasan bagi masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan pihak Timor Leste guna mewujudkan perbatasan yang aman, tertib, dan sejahtera,” tegas Engelberthus Klau.

Dalam rapat tersebut, para peserta aktif berdiskusi untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi berbagai tantangan yang ada di wilayah perbatasan. Beberapa isu yang menjadi perhatian adalah perlunya harmonisasi regulasi antarnegara, penguatan infrastruktur perbatasan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pelayanan lintas batas.

Semangat kebersamaan yang tercipta dalam rapat ini menjadi landasan penting untuk mewujudkan perbatasan yang aman, harmonis, dan saling menguntungkan. Para peserta sepakat untuk mengadakan rapat rutin guna mengevaluasi dan meningkatkan pelayanan lintas batas secara berkelanjutan.

“Rapat ini tidak hanya mempererat hubungan kerja sama antarinstansi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mewujudkan perbatasan Indonesia-Timor Leste yang lebih baik bagi masyarakat kedua negara,” ujar Engelberthus Klau.

Rapat diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang mencakup berbagai inisiatif untuk meningkatkan pelayanan di perbatasan. Salah satu inisiatif tersebut adalah pelatihan bersama bagi petugas CIQS dari kedua negara untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam melayani masyarakat.

Berita Terkait